Kamis, 10 Desember 2009

Bahan Ajar MKDU Bahasa Indonesia

BAHAN AJAR
MATAKULIAH UMUM
BAHASA INDONESIA







Oleh

Martha Maspaitella, S.Pd., M.Pd.












Disajikan untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi PPKN, PENJASKRESEK dan
mahasiswa Fakultas Tenik, Program Studi Teknik Perkapalan
Universitas Pattimura Ambon
2009

Catatan:
- Perhatikan setiap perintah yang ada di akhir setiap materi, saudara diwajibkan membuka website pada hari sabtu, dan memasukan tugas pada setiap jam kuliah.

MATERI I
KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia ialah bahasa yang terpenting di Indonesia. Pentingnya peranan bahasa itu antara lain bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi “Kami Poetra dan Poetri Indonesia Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia” dan pada undang-Undang Dasar 1945, BAB XV, Pasal 36 yang menyatakan bahwa “ Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.
1. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Saudara, untuk memperoleh bahasa nasionalnya, bangsa Indonesia harus berjuang dalam waktu yang cukup panjang, dan penuh dengan tantangan. Perjuangan demikian harus dilakukan karena adanya kesadaran bahwa di samping fungsinya sebagai alat komunikasi tunggal, bahasa nasional sebagai salah satu ciri kultural, yang ke dalam menunjukkan kesatuan, dan ke luar menyatakan perbedaan dengan bangsa lain.
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu karena sebelum bangsa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan Negara, mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai Lingua Franca (bahasa pergaulan). Bagaimanakan proses perkembangan bahasa Indonesia? Proses perkembangan bahasa Indonesia dapat dilihat dalam 5 periode, yaitu:
(1) Periode Abad 6, yaitu pada zaman kerajaan Sriwijaya. menggunakan bahasa Melayu. Diketahui dari prasasti-prasasti yang ditemukan dengan menggunakan bahasa Melayu.
(2) Periode Abad 15, yaitu pada zaman kerajaan Malaka, menggunakan bahasa Melayu yang telah dipengaruhi oleh anasir Islam yang dibawa oleh para pedagang atau saudagar-saudagar dari Persia, Gujarat dan Pasai. Pada periode ini Lingkungan bahasa Indonesia dimasukkan ke dalam golongan bahasa Austronesia.
(3) Periode Abad 16, pada kerajaan Johor, menggunakan bahasa Melayu untuk menulis kesusastraan Melayu. Tahun 1600 VOC mendirikan sekolah dengan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.
(4) Periode Abad 19, merupakan masa pujangga Abdullah bin Abdulkadir Munsi . Ia menulis hikayat dan syair dalam bahasa Melayu.
(5) Periode Abad 20, merupakan awal perkembangan bahasa Melayu menuju bahasa Indonesia.

2. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya, yang dirumuskan atas dasar nilai sosial yang dihubungkan dengan bahasa yang bersangkutan. Yang dimaksud dengan fungsi bahasa ialah peran bahasa yang bersangkutan di dalam nasyarakat pemakainya.
Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan atau bahasa nasional. Kedudukan ini dimiliki oleh bahasa ndonesia sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dan dimungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu, yang mendasari bahasa Indonesia itu, telah dipakai sebagai Lingua franca selama berabad-abad sebelumnya di seluruh kawasan Indonesia dan bahwa di dalam masyarakat Indonesia tidak terjadi 'persaingan bahasa", yaitu persaingan di antara bahasa daerah yang satu dan bahasa daerah yang lain untuk mencapai kedudukan sebagai bahasa persatuan atau bahasa nasional.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) alat pemersatu berbagai kelompok etnik yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan (4) alat perhubungan antarbudaya serta antardaerah.
Selain berkedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa negara, sesuai dengan ketentuan yang tertera di dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV Pasal 36: Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar resmi di lembaga pendidikan, (3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional, (4) bahasa resmi untuk pengembangan kebudayaan nasional, (5) sarana pengembangandan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, (6) bahasa media massa, (7) pendukung sastra Indonesia, dan (8) pemerkaya bahasa dan sastra daerah.

Tugas! Ambil potongan berita dari koran, dan analisislah penggunaan bahasanya. Tentukan mana pemakaian bahasa yang salah dan mana yang benar.


MATERI II
RAGAM BAHASA

Bahasa Indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya dan bermacam ragam penuturnya, mau tidak mau turut memunculkan sejumlah ragam bahasa Indonesia. Ragam bahasa yang beraneka macam itu masih tetap disebut bahasa Indonesia karena ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna umumnya sama.
Ragam bahasa dapat dikenali menurut (1) Golongan Penutur Bahasa, dan (2) Jenis Pemakaian Bahasa. Ragam yang ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dirinci menurut patokan daerah, pendidikan, dan sikap penutur, sedangkan ragam yang ditinjau dari sudut jenis pemakaian bahasa dapat dirinci menjadi ragam dari sudut pandangan bidang atau pokok persoalan, ragam menurut sarananya, dan ragam yang mengalami pencampuran. Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan sebagai berikut.
RAGAM BAHASA

Golongan Penutur Bahasa Jenis Pemakaian Bahasa
1. Patokan Daerah (Logat/Dialek) 1. Bidang atau Pokok Persoalan
2. Pendidikan (Ragam Baku/nonbaku) 2. Sarananya (Lisan/Tulisan)
3. Sikap Penutur (Langgam/Gaya/Style) 3. Mengalami Pencampuran
(Interferensi Bahasa)
Berdasarkan pembagian itu, maka ragam bahasa dapat dirinci sebagai berikut:
1. Ragam Daerah atau disebut juga Logat/Dialek
2. Ragam Baku atau Ragam Formal
3. Ragam Tidak Baku atau Ragam Nonformal
4. Gaya Berbahasa atau disebut juga Langgam/Style
5. Ragam Bidang Tertentu
6. Ragam Bahasa Lisan
7. Ragam Bahasa Tulisan
8. Ragam Interferensi Bahasa (Alih Kode dan Campur Kode)
9. Bahasa Prokem/Bahasa Gaul
10. Ragam Bahasa Ilmiah.

Tugas: Buatlah 2 kalimat untuk setiap ragam kalimat di atas, dan buatlah kliping yang berisi masing-masing ragam bahasa tersebut!

MATERI III
EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN


Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan.
Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf, kata, tanda baca dan unsur serapan Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik,yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf. Jumlah lambang yang diperlukan tidak terlalu banyak. Jadi, satu tanda (huruf) satu bunyi. Misalnya kata /makan/ dilafalkan /makan/, berbeda dengan kata dalam bahasa Inggris, seperti /eat/ dilafalkan /it/. Dalam kenyataannya masih terdapat kekurangan, misalnya ada fonem (bunyi) yang dilambangkan dengan dua tanda: /ng/, /ny/, /kh/, /sy/. Sebaliknya ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda, yaitu /e/ pepet dan /e/ taling.
Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan, berlaku sejak 1972 sebagai hasil penyempurnaan ejaan yang berlaku sebelumnya, yaitu Ejaan van Ophuijsen (1901), Ejaan Soewandi (1947) yang disebut juga Ejaan Republik, dan Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia) pada tahun 1959.

Pemakaian Huruf

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal 26 huruf yang terdiri atas 21 konsonan (b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z ) 5 vokal (a, i, u, e, dan o ), dan 3 diftong (ai, au, dan oi ). Ke-26 huruf ini, dapat digunakan di depan, di tengah, dan di akhir sebuah kata. Dalam bahasa Indonesia juga dikenal pola suku kata. Secara umum, pola suku kata dalam bahasa Indonesia terdiri atas :
a. V : a-kan, ma-u dll.
b. VK : an-dal, la-in, dll.
c. KV : ra-jut, bi-ru, dll.
d. KVK : ban-tah, lam-bat, dll.
Selain empat pola umum suku kata, bahasa Indonesia juga memiliki beberapa pola suku kata yang lain, yaitu :
a. KKV : pra-ja, in-fra, dll.
b. KKVK : prak-tek, skan-dal, dll.
c. VKK : eks-por, dll.
d. KVKK : teks-tur, dll.
e. KKVKK : kom-pleks, dll.
f. KKKV : Stra-te-gi, in-stru-men, dll.
g. KKKVK : struk-tur, in-struk-si, dll.

Bagaimana cara kita melakukan pemisahan suku kata pada kata dasar? berikut ini adalah caranya, antara lain :
a. Untuk kata dasar yang ditengahnya ada dua buah vokal yang berurutan, maka pemisahan dilakukan di antara kedua vokal itu.
Contoh : bu-at, sa-at, dll.
b. Untuk kata dasar yang ditengahnya ada konsonan di antara dua vokal, maka pemisahan dilakukan sebelum konsonan itu.
Contoh : su-kar, tu-tup, dll.
c. Untuk kata dasar yang ditengahnya ada dua konsonan yang berurutan, maka pemisahan dilakukan di antara kedua konsonan itu.
Contoh : ban-dar, man-tan, dll.
d. Untuk kata dasar yang ditengahnya ada tiga konsonan atau lebih, maka pemisahan dilakukan di antara konsonan yang pertama (termasuk ng) dengan yang kedua.
Contoh : ul-tra, am-bruk, bang-krut, dll.

Penulisan Huruf

1. Huruf Besar atau Huruf Kapital
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata awal kalimat.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama orang.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, hari ray, dan peristiwa sejarah.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama semua kata untuk nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali partikel seperti : di, ke, dari, untuk dan yang, yang mana tidak terletak pada posisi awal.
- Huruf besar dipakai dalam singkatan nama, gelar dan sapaan.
- Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperi bapak, ibu, adik, saudara, kakak, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
2. Huruf Miring digunakan untuk :
- Menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan.
- Menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.
- Menuliskan kata nama-nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.

Penulisan Kata

1. Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu satuan.
2. Kata Turunan
- Imbuhan ditulis serangkai denagn kata dasarnya.
- Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan sekaligus mendapat awalan dan akhiran, maka kata-kata itu ditulis serangkai.
- Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. (bila diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf besar, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung; dan untuk kata Maha sebagai unsur gabungan kata ditulis serangkai kecuali jika diikuti oleh kata yang bukan kata dasar.
- Awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya kalau bentuk dasarnya berupa gabungan kata.688
3. Kata Ulang
4. Gabungan Kata
5. Kata Depan
6. Kata si dan sang
7. Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya
8. Partikel
9. Angka dan Lambang Bilangan


Tugas untuk materi EYD.

Di bawah ini adalah beberapa bentuk paragraf yang menyalahi penulisan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dan penulisan unsur serapan. Perbaikilah bentuk karangan berikut dengan memperhatikan penulisan EYD dan Unsur Serapan, serta bagilah dalam beberapa paragraf sesuai ide pokoknya.

bentuk pemerintahan ber dasarkan konstitusi atau aturan main perundangundangan berarti di batasinya kekuasaan para pemimpin dan lembagalembaga pemerintah dan pembatasanpembatasan ini ditegakkan melalui prosedure yang sudah mapan sebagai lembaga politik atau dokrin hukum begitu sebuah pemerintahan terbentuk ia harus mengambil tindakan yang ber tujuan untuk kemaslahatan seluruh masyarakat serta perlindungan terhadap hakhak pribadi orangorang pemerintahan yang konstitusional berakar pada gagasan politik liberal berasal dari eropa barat dan amerika serikat sebagai pembela hakhak indifidu untuk hidup dan memiliki harta benda dan untuk kemerdekaan memeluk agama dan berbicara untuk mengamankan hakhak itu para perancang kontituti menegaskan perlunya pemeriksaan terhadap tiap cabang pemerintahan kesetaraan di mata hukum pengadilanpengadilan yang adil dan pemisahan gereja dari negara para perwakilan yang bisa dijadikan suri tauladan dari tradsi ini termasuk penyair john milton pakar hukum edward coke dan william blackstone

































MATERI IV
DIKSI

Diksi ialah pilihan kata. Artinya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu uNsur yang sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari.
Dalam memilih kata, ada dua persyaratan pokok yang harus diperhatikan, yaitu ketepatan dan kesesuaian. Persyaratan ketepatan menyangkut makna, aspek logika kata¬kata; kata-kata yang dipilih harus secara tepat mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan agar dapat ditafsirkan secara tepat pula oleh pendengar atau pembaca. Selanjutnya persyaratan kesesuaian menyangkut kecocokan antara kata-kata yang dipakai dengan kesempatan/situasi dan keadaan pembaca. .Jadi, menyangkut aspek sosial kata-kata.
KATA DAN ISTILAH
Kata dibedakan dari istilah. Kata adalah unsur bahasa yang melambangkan suatu objek atau konsep. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat vang khas di bidang kehidupan dan cabang ilmu pengetahuan tertentu. I)alam bahasa Indonesia, telah ditetapkan Pedoman Pembentukan Istilah yang diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pengembangan Bahasa.

KATA UMUM DAN KATA KHUSUS
Kata umum dan kata khusus dibedakan berdasarkan ruang lingkupnya. Makin luas ruang lingkup suatu kata, semakin umum sifatnya. Sebaliknya, makin sempit ruang lingkupnya makin khusus sifatnya.

KATA POPULER DAN KATA KAJIAN
Kata populer adalah kelompok kata yang digunakan pada berbagai kesernpatan dalam komunikasi sehari-hari di kalangan semua lapisan masyarakat. Sebagian besar kosa kata dalam semua bahasa berupa kata-kata papuler.
Kata kajian adalah kelompok kata yang digunakan secara terbatas dalam kesempatan tertentu. Kata-kata ini biasanya digunakan oleh kalangan ilmuwan atau kelompok profesi tertentu dalam masalah atau perbincangan khusus sesuai bidang keahlian.
Contoh: Penduduk (Kata popular) – Populasi (Kata Kajian)


Latihan Untuk Materi Diksi

Tuliskan A jika kata-kata yang dicetak miring berikut mengandung makna yang abstrak, umum/luas dan tidak jelas, atau K, jika mengandung makna konkret, khusus dan jelas.

1. Keadaan ekonomi mereka menyedihkan.
2. Ada sesuatu yang kurang beres.
3. Persediaan bahan bakar di tangki ternyata sudah habis.
4. Sebagian besar penduduk desa itu hidup dari hasil bumi.
5. Mereka telah kehilangan segala-galanya.
6. Akibat hujan lebat semalam, jalan di kampung kami licin dan becek.
7. Pemerintah berusaha meningkatkan taraf hidup rakyat.
8. Di desa-desa didirikan puskesmas, sekolah-sekolah, dan bermacam-macam koperasi.
9. Melalui koperasi, para petani dapat menjual padinya dengan harga yang layak.
10. Lingkungan hidup yang sehat merupakan modal dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat.


Jelaskan mengapa Anda memilih jawaban itu !



MATERI V
KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis, dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pkiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis. Artinya, kalimat yang efektif adalah kalimat yang jelas disampaikan oleh penulis sehingga dapat dipahami dengan jelas pula oleh pembaca.
Kalimat efektif dapat Anda wujudkan dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku, antara lain (1) persyaratan kebenaran struktur, dan (2) kecocokkan konteks.
Kebenaran struktur harus diperhatikan dalam penulisan kalimat efektif karena kalimat efektif terikat pada kaidah struktur. Oleh karena itu, dituntut memiliki struktur yang benar. Struktur itu dapat dilihat pada hubungan antarunsur kalimat. Kalimat yang berstruktur benar adalah kalimat yang unsure-unsurnya memiliki hubungan yang jelas.Kesalahan struktur dapat berdampak pada kebenaran isi kalimat.
Kecocokkan adalah persyaratan yang mengatur ketepatan kalimat dalam konteks

Kiat Penyusunan Kalimat Efektif
(1) Pengulangan
Kiat pengulangan dalam kalimat efektif, digunakan untuk memperlihatkan bagian penting dalam kalimat (dapat menggunakan kata yang sama atau kata yang bersinonim.
Contoh: Untuk menguasai kemahiran menulis diperlukan latihan, latihan, dan sekali lagi latihan
Badan Riko itu tinggi, kurus, krempeng, dan bahkan teman-temannya mengatakan ceking.
(2) Penyejajaran
Penyejajaran dalam kalimat efektif, digunakan untuk menimbulkan kesan bahwa unsure yang disejajrkan itu penting.
Prinsip yang harus diperhatikan dalam penyejajaran adalah konsistensi kategori dan struktur.
Contoh: Kegiatan yang dilakukan selama ini di kampung adalah mengurus harta pusaka, mengerjakan sawah, menjenguk sanak family, dan membersihkan kuburan nenek.
(3) Pengedepanan
Pengedepanan dalam kalimat efektif untuk menunjukkan bahwa hal yang dikedepankan itu penting.
Contoh: Konidin melenyapkan batuk dengan melegakan tengorokan Anda. Konidin, tablet batuk dengan formulasi khusus untuk meredakan batuk dengan cepat. Konidin telah terbukti kemanjurannya.
(4) Pengaturan Variasi Bahasa
Variasi bahasa dapat digunakan dalam dua hal, yaitu variasi struktur (aktif-pasif; panjang-pendek) dan variasi jenis (berita, Tanya, seru, dll.).
MATERI VI
PARAGRAF

Paragraf atau alinea (kalimat yang menjorok ke dalam sekitar 7 ketukan spasi).

Kegunaan paragraf,al:
1. untuk menandai pergantian pokok pikiran dari sebelumnya.
2. menambah/memperjelas hal-hal yang telah disampaikan pada paragraf pertama.

Macam-macam paragraf
Berdasarkan tujuan pembuatannya, paragraf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Paragraf Pendahuluan
2. Paragraf Penjelasan
3. Paragraf Penutup.

Berdasarkan letak kalimat utama, terdiri atas:
1. Paragraf Deduktif (umum ke khusus)
2. Paragraf Induktif (khusus ke umum)
3. Paragraf Campuran

Syarat-syarat mengembangkan paragraf, al:
1. Kesatuan (keutuhan pikiran yang mengandung satu gagasan dasar).
2. Kepaduan (keserasian hubungan antargagasan /antarkalimat dalam paragraf.
3. Kelengkapan (hubungan antarkalimat yang diwujudkan oleh adanya bentuk-bentuk kalimat atau bagian kalimat yang cocok dalam paragraf).

Paragraf dapat dikembangkan dengan beberapa pola (pola pengembangan paragraf), yaitu:
1. Dengan fakta
2. Contoh
3. Definisi
4. Ilustrasi
5. Penjelasan atau Eksplanasi
6. Rincian Spesifik
7. Analogi
8. Sebab-Akibat
9. Akibat-Sebab
10. Kombinasi

Tugas! Pilih salah satu bentuk pengembangan paragraf dan buatlah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar